Manado, kabarsulut.com – Bisnis investasi khususnya komoditi berjangka kini makin dilirik oleh publik, tidak hanya di kota-kota besar di Indonesia tapi juga kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Selain karena makin luasnya literasi terkait bisnis investasi dengan sistim digital seperti ini, peluang meraih keuntungan yang tidak terhingga juga menjadi daya tarik yang sulit untuk diacuhkan.

Namun, hal ini juga menjadi peringatan khususnya bagi mereka yang baru mau mencoba untuk masuk dalam dunia pasar berjangka.

Hal tersebut disampaikan oleh Komunitas Smart Trader Indonesia yang beranggotakan para trader berpengalaman dari berbagai latar belakang perusahaan pialang.

Kepada kabarsulut.com, Jovian Kaunang mewakili Smart Trader mengatakan, investasi seperti komoditi berjangka masuk dalam kategori bisnis dengan high risk high return yang merupakan salah satu prinsip dasar dalam bisnis ini, di mana peluang untuk mendapat imbal hasil atau keuntungan sama besar dengan peluang risiko yang harus dihadapi.

“Jadi semakin besar peluang keuntungan yang ada di depan mata, maka sebesar itu juga peluang risiko yang bisa kita hadapi,” ujar Jovian

Dengan memahami hal tersebut, maka proses selanjutnya yang wajib dilakukan oleh investor baru adalah mempelajari dengan benar jenis-jenis komoditi terutama yang diminati, sistimnya, cara kerjanya, peluang, risiko, manajemen risiko, hal-hal yang mempengaruhi harga pasar, history pasar, kredibilitas perusahaan serta trader dan lain sebagainya.

“Dalam bidang apapun, sebagai orang yang baru terjun ke dunia itu tentu harus paham dulu apa yang ditangani, apalagi ini investasi dengan risiko tinggi. Penting juga bagi investor baru untuk belajar melakukan transaksi terlebih dahulu dengan demo account sebelum benar benar masuk dalam pasar yang sebenarnya,” kata Jovian yang akrab disapa Jovan.

Dari situ, kata Jovian, investor baru dapat mengukur sejauh mana dirinya siap untuk masuk dalam pasar yang sebenarnya dengan perubahan harga yang sangat dinamis dan margin yang nyata.

Jovian pun menyarankan berdasarkan pengalaman, jika dalam proses tersebut masih ada keraguan, maka alangkah baiknya jika jangan memaksakan diri, tapi tetap berlatih sampai mental telah siap untuk masuk dalam pasar.

Hal yang tidak kalah penting juga diingatkan oleh Jovian kepada masyarakat yang ingin mencoba bisnis ini, yaitu jangan menginvestasikan uang yang kegunaannya sudah direncanakan untuk kebutuhan jangka pendek.

Kecenderungan untuk masuk dengan modal nekad, kata Jovian sering dijumpai dalam bisnis ini, yaitu dana yang pas-pasan dan akan digunakan dalam waktu dekat tapi dipaksakan untuk investasi.

Hasilnya, tentu mengejar keuntungan tanpa mempertimbangkan risiko karena sedang dikejar target.

“Hati-hati menitipkan dana dengan iming-iming keuntungan atau oknum yang menawarkan investasi dengan janji-janji keuntungan karena sekarang lagi marak yang begitu. Apalagi ada yang dananya ditransfer ke rekening pribadi bukan ke perusahaan,” ungkap Jovian.

Kasus seperti inilah yang bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab yang hanya ingin mencari keuntungan pribadi, meski memang untuk dana yang lebih besar pun bisa saja dijumpai.

Janji-janji manis dengan keuntungan yang begitu besar dalam waktu singkat sering jadi penyebab munculnya masalah, misalnya kerugian.

“Tidak ada yang bisa memastikan pergerakan pasar akan seperti apa. Mari kenali bisnis ini dengan baik, jalankan bisnis ini dengan benar, konsultasikan bisnis ini dengan orang-orang yang benar mengerti dan berpengalaman, lalu kita ambil manfaatnya,” pungkas Jovian.